Pondok Pesantren (Ponpes) Asshohwah AL
Islamiyah tak henti-hentinya menjalin relasi dan kerjasama dengan tokoh dan
dunia internasional terkemuka. Kali ini Salah satu guru besar,staf pengajar,dosen sekaligus penaggung jawab seluruh mahasiswa Indonesia yang
menuntut ilmu di Universtas Islam Afrika Syaikh AL Murtadho menyambangi Pondok
Pesantren Asshohwah Al Islamiyah dalam rangka silaturahmi dan berbagi ilmu
untuk santri dan staf pengajar ponpes. Kunjungan Murtadho ke Indonesia kali ini
merupakan kunjungan pertamanya, sekaligus untuk memenuhi hasrat untuk mengenal,mengetahui dan menikmati langsung keindahan atau pesona Indonesia khususnya
Pulau Lombok, yang sering diceritakan dan ia dengar dari para mahasiswa di
Sudan, Afrika.
Syaikh Murtadho mengakui sangat penasaran
ingin menginjakan kakinya di Indonesia dan melihat serta merasakan langsung
pesona Pulau Lombok khsusnya. “Saya menemukan keindahan yang saya inginkan di
Pulau Lombok ini,” kata Syaikh Murtadho saat memberikan tausiyah kepada seluruh
santri dan staf pengajar Ponpes Asshohwah Al Islamiyah (17/2). Syaikh yang
dikenal sebagai “bapak”nya seluruh mahasiswa asal Indonesia di Sudan ini dalam
ceramahnya berpesan kepada selurh santri Ponpes Asshohwah agar terus semangat
dan berusaha menuntut ilmu. Karena banyak manfaat dan kelebihan yang akan
didapat oleh seorang mukmin jika ia
tekun dan rajin dalam menuntut ilmu.
Fadilah atau keutamaan dimaksud tentunya
tak hanya akan diperoleh didunia tetapi juga akan didapatkan kelak diakhirat. “
Barang siapa yang meringankan lankahnya menuntut ilmu, maka Allah akan
meringankan langkahnya menuju Syurga,” ujarnya mengutip salah satu Hadist
Rasulullah SAW tentang keutamaan menuntut ilmu. Ditegaskan syaikh, menuntut
ilmu, ilmu apapun itu selama ilmu yang bermanfaat dan bisa mendatangkan
kebaikan dalam hidup harus selalu dikejar dan dituntut dengan penuh semangat
dan perjuangan. Semoga para santri Asshohwah
kelak menjadi generasi yang berilmu
sehingga menjadi manusia yang bermanfaat
bagi agama , masyarakat dan Negara,” harap syaikh yang menguasai lima bahasa
dunia ini.
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar